<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Otetatsuya's Blog</title>
	<atom:link href="http://otetatsuya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otetatsuya.wordpress.com</link>
	<description>Love, Soul, and Passion</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2009 14:47:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='otetatsuya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Otetatsuya's Blog</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otetatsuya.wordpress.com/osd.xml" title="Otetatsuya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://otetatsuya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penentuan Kadar Quinine dalam Plasma</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/27/penentuan-kadar-quinine-dalam-plasma/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/27/penentuan-kadar-quinine-dalam-plasma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 14:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Farmakokinetik]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[quinine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Kina (kuinin) ialah alkaloid penting yang diperoleh dari kulit pohon sinkona. Alkaloid ini telah berabad-abad digunakan oleh penduduk asli di Amerika Selatan sebagai obat tradisional. Penggunaannya secara ilmiah berkembang dengan pesat sejak kina dan sinkonin berhasil diisolasi. Saat ini kina sudah dapat disintesis, tetapi cara pembuatannya demikian sulit dan mahal sehingga sumber alam masih tetap <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=304&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kina (kuinin) ialah alkaloid penting yang diperoleh dari kulit pohon sinkona. Alkaloid ini telah berabad-abad digunakan oleh penduduk asli di Amerika Selatan sebagai obat tradisional. Penggunaannya secara ilmiah berkembang dengan pesat sejak kina dan sinkonin berhasil diisolasi. Saat ini kina sudah dapat disintesis, tetapi cara pembuatannya demikian sulit dan mahal sehingga sumber alam masih tetap dipertahankan.</p>
<p>Pohon sinkona mengandung lebih dari 20 alkaloid, tetapi yang bermanfaat hanya 2 pasang isomer, kina dan kuinidin, serta sinkonin dan sinkonidin. Kina dan sinkonodin merupakan bentuk levo.</p>
<p>Kina mengandung gugus kuinolin yang terikat pada cincin kuinuklidin melalui ikatan alkohol sekunder, juga mengandung rantai samping -metoksi dan –vinil (Anonim, 2005).</p>
<p>KININA SULFAT</p>
<p>Kinina sulfat mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 101,0% kinina sulfat C<sub>40</sub>H<sub>48</sub>N<sub>4</sub>O<sub>4</sub>.H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemerian hablur berbentuk jarum, putih, tidak berbau, pahit. Oleh pengaruh cahaya warna menjadi tua. Larut dalam 810 bagian air dan dalam 95 bagian etanol (95%), sukar larut dalam kloroform  dan dalam eter (Depkes RI, 1995).<span id="more-304"></span></p>
<p>STABILITAS</p>
<p>Stabilitas tablet kuinin sulfat harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik pada temperatur kurang dari 40<sup>0</sup>C, lebih bagus pada suhu 15 -30<sup>0</sup>C (McEvoy, 2002)</p>
<p>FARMAKODINAMIK</p>
<p>Efek Antimalaria. Untuk terapi supressi dan pengobatan serangan klinis, kedudukan kina sudah tergeser oleh antimalaria lain yang lebih aman dan efektif misalnya klorokuin. Walaupun demikian, kina bersama pirimetamin dan sulfadoksin masih merupakan regimen terpilih untuk P<em>. </em><em>falciparum</em> yang resisten terhadap klorokuin.</p>
<p>Kina terutama berefek skizontosid darah dan juga berefek gametositosid terhadap P.<em> vivax</em> dan P<em>. malariae</em>, tetapi tidak untuk P<em>. falciparum</em>. Akan tetapi, untuk terapi supresi dan terapi serangan klinik, obat ini lebih toksik dan kurang efektif dibandingkan dengan klorokuin. Kina tidak digunakan untuk prifilaksis malaria.</p>
<p>Mekanisme kerja antimalarianya berkaitan dengan gugus kuinolin yang dimilikinya, dan sebagian disebabkan karena kina merupakan basa lemah, sehingga akan memiliki kepekatan yang tinggi didalam vakuola makanan P<em>. falciparum</em>. Diperkirakan obat ini bekerja di dalam organel ini melalui penghambatan aktivitas heme polimerase, sehingga terjadi penumpukan substrat yang bersifat sitotoksik yaitu heme.</p>
<p>Heme adalah hasil sampingan dari penghancuran hemoglobin di dalam vakuola makanan, yang pada keadaan normal oleh enzim tersebut diubah menjadi pigmen malaria yang tidak merusak.</p>
<p>Efek terhadap otot rangka. Kina dan alkaloid sinkona lain meningkatkan respon terhadap rangsang tunggal maksimal yang diberikan langsung atau melalui saraf, tetapi juga menyebabkan perpanjangan masa refrakter sehingga mencegah terjadinya <em>tetani</em>. Kina menurunkan kepekaan lempeng saraf sehingga respon terhadap rangsang berulang berkurang. Jadi, kina melawan efek fisostigmin, seperti halnya kurare. Efek kurareform ini mempunyai arti klinin yang penting yaitu mengurangi gejala klinis pada pasien miotonia kongenital, tetapi dapat menyebabkan distres pernapasan dan disfagia pada pasien miastenia gravis (Anonim, 2005).</p>
<p>FARMAKOKINETIK</p>
<p>Kina dan turunannya diserap baik terutama melalui usus halus bagian atas. Kadar puncaknya dalam plasma dicapai dalam 1-3 jam setelah suatu dosis tunggal. Distribusinya luas, terutama ke hati, tetapi kurang ke paru, ginjal, dan limpa; kina juga melalui sawar urin.</p>
<p>Sebagian besar alkaloid sinkona dimetabolisme dalam hati, sehingga hanya kira-kira 20% yang diekskresi dalam bentuk utuh di urin. Karena perombakan dan ekskresi yang cepat, tidak terjadi akumulasi dalam badan.</p>
<p>Pada infeksi akut akan diperoleh peningkatan α-1-glycoprotein yang akan mengikat fraksi bebas kina, sehingga kadar bebas yang tadinya 15% dari konsentrasi plasma, menurun menjadi 5-10%. Keadaan ini dapat mengurangi toksisitas, tapi juga dapat mengurangi keberhasilan terapi, apabila kadar bebasnya menurun di bawah KHM.</p>
<p>Waktu paruh eliminasi kina pada orang sehat 11 jam, sedang pada pasien malaria berat 18 jam.</p>
<p>Setelah pemberian kina dengan dosis terapi standar, kadar puncak dapat mencapi 15-20 μg/ml pada pasien malaria berat. Setelah membaik, maka kadar α-1-glycoprotein menurun.</p>
<p>Alkaloid sinkona diekskresi terutama melalui urin dalam bentuk metabolit hidroksi, dan sebagian kecil melalui tinja, getah lambung, empedu dan liur. Ekskresi lengkap dalam 24 jam. Ekskresi dalam urin yang asam dua kali lebih cepat dibandingkan dalam urin alkali.</p>
<p>Metabolitnya dengan oksidasi menjadi hidroksilasi metabolit, yaitu 2–hidroksiquinolin and 6–hidroksiquinolin derivatif, 3–hidroxiquinin, dihydro compounds, quinine–10,11–epoxide dan quinin–10,11–dihydrodiol juga dapat dideteksi pada urin (Anonim, 2005)</p>
<p>SPEKTROFLUOROSENSI</p>
<p>Fluorosensi molekuler adalah proses emisi dimana molekul dieksitasi dengan absorpsi dari radiasi elektromagentik. Spektrofotometri fluorosensi adalah metode pilihan untuk analisis kuantitatif jika mampu diaplikasikan. Selektivitas fluorosensi spektrometri memberikan sensitivitas yang tinggi dan spesifiksitas tinggi daripada metode absorpsi. Fluorosensi lebih selektif sebab emisi dan absorpsi spektra dapat diperoleh. Fluorosensi biasanya juga lebih sensitif daripada metode absorpsi, fluorosensi selalu lebih mudah untuk mengukur sinyal kecil terhadap blangko daripada mengukur perbedaan kecil diantara sinyal yang besar. Fenomena fluorosensi sendiri adalah subjek untuk lebih tepat membatasi struktur molekul daripada absorpsi (Galichet, 2004).</p>
<p>Kromatografi lapis tipis (KLT) sangat memungkinkan untuk analisis kualitatif sekaligus analisis kuantitatif dengan spektrofotodensitometer. Di samping itu juga senyawa hasil analisis setelah dengan KLT maupun spektrofotodensitometer dapat di simpan, diulang untuk analisis selanjutnya dan juga untuk analisis beberapa sampel sekaligus. Oleh karena itu diperlukan perbandingan campuran larutan pengembang yang sesuai agar diperoleh pemisahan yang optimum dalam analisis dengan Kromatografi lapis tipis sebelum dengan spektrofotodensitometri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=304&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/27/penentuan-kadar-quinine-dalam-plasma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enzim Laktase Termostabil</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/enzim-laktase-termostabil/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/enzim-laktase-termostabil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 23:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[biokimia]]></category>
		<category><![CDATA[enzim]]></category>
		<category><![CDATA[laktase]]></category>
		<category><![CDATA[termostabil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Istilah termostabil (stabil panas) dapat didefinisikan dalam sejumlah arti dan bersifat stabil. Sebagian besar dari definisi termostabil dihubungkan dengan sifat alami dari enzim dan sumber penghasil enzim. Ada yang mendefinisikan enzim termostabil sebagai enzim yang memiliki suhu aktivitas maksimum diatas suhu pertumbuhan organisme penghasilnya. Namun definisi ini tidak berlaku jika dilihat dari kenyataan ada enzim-enzim <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=301&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah termostabil (stabil panas) dapat didefinisikan dalam sejumlah arti dan bersifat stabil. Sebagian besar dari definisi termostabil dihubungkan dengan sifat alami dari enzim dan sumber penghasil enzim. Ada yang mendefinisikan enzim termostabil sebagai enzim yang memiliki suhu aktivitas maksimum diatas suhu pertumbuhan organisme penghasilnya. Namun definisi ini tidak berlaku jika dilihat dari kenyataan ada enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang hidup pada suhu 90<sup>o</sup>C, tetapi mempunyai suhu aktivitas optimum di bawah atau di atas suhu pertumbuhannya.</p>
<p>Definisi lain dari enzim termostabil adalah berhubungan dengan aktivitas enzim yang masih terukur setelah enzim diinkubasi pada suhu 60<sup>o</sup>C atau lebih selama waktu tertentu. Definisi tersebut ternyata dapat berlaku untuk enzim yang bersifat termotoleran yang masih memiliki aktivitas enzim setelah pemanasan dan terukur pada kondisi suhu mesofilik.</p>
<p>Kestabilan enzim biasanya diukur berdasarkan waktu paruh aktivitas enzim. Waktu paruh adalah waktu reaksi aktivitas enzim yang turun hingga separuh aktivitas semula pada kondisi suhu tertentu. Nilai waktu paruh masih suatu ukuran yang relatif. Namun pada umumnya enzim termostabil sejati memiliki waktu paruh pada suhu 50<sup>o</sup>C yang jauh lebih lama dibanding enzim termolabil (tidak tahan panas) (Ng dan Kenealy, 1986).</p>
<p>Enzim termostabil memiliki beberapa nilai ekonomis antara lain :</p>
<ol>
<li>Stabil selama penyimpanan yang      akan mengurangi biaya produksi.</li>
<li>Reaksi berlangsung pada suhu      tinggi sehingga akan mengurangi kontaminasi oleh bakteri mesofilik.</li>
<li>Lebih tahan terhadap pelarut, detergen, dan      senyawa denaturan.</li>
<li>Pada suhu tinggi proses fermentasi akan lebih      cepat, karena reaksi enzim akan meningkat dan,</li>
<li>Pemisahan produk yang mudah menguap akan lebih cepat (Steel dan Walker, 1991)</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=301&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/enzim-laktase-termostabil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lulur Tradisional sebagai Senjata Andalan</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/lulur-tradisional-sebagai-senjata-andalan/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/lulur-tradisional-sebagai-senjata-andalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 23:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy Life]]></category>
		<category><![CDATA[bumbu]]></category>
		<category><![CDATA[lulur]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya di Bali. Begitu banyak jenis tumbuhan dengan beragam manfaat yang tumbuh secara tersebar. Akan tetapi dewasa ini tanaman-tanaman bermanfaat tersebut kurang mendapatkan perhatian oleh masyarakat Bali itu sendiri. Padahal tanaman-tanaman tersebut merupakan kekayaan alam yang apabila dimanfaatkan dengan baik maka kita dapat melihat betapa banyak kandungan zat-zat <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=298&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya di Bali. Begitu banyak jenis tumbuhan dengan beragam manfaat yang tumbuh secara tersebar. Akan tetapi dewasa ini tanaman-tanaman bermanfaat tersebut kurang mendapatkan perhatian oleh masyarakat Bali itu sendiri. Padahal tanaman-tanaman tersebut merupakan kekayaan alam yang apabila dimanfaatkan dengan baik maka kita dapat melihat betapa banyak kandungan zat-zat yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat saja, melainkan dapat juga dimanfaatkan sebagai bumbu, pengawet, pewarna bahkan kosmetik sekalipun. Jika ditelusuri lebih jauh maka dapat kita lihat bahwa olahan dari alam yang belum berupa zat kimia murni terlepas dari yang efek samping yang berbahaya.</p>
<p>Dewasa ini begitu banyak industri yang menawarkan berbagai produk kosmetik dengan iklan-iklan yang menggiurkan. Kosmetik sintetik tersebut dikemas dalam keadaan sepraktis mungkin. Hal inilah yang membuat masyarakat mulai meninggalkan bahan alami. Salah satu contoh kosmetik yaitu lulur. Lulur (Body Scrub) merupakan body treatment dengan melumuri tubuh dengan berbagai macam ramuan seperti herbal body scrub, papaya enzim body scrub, cinamon body scrub dan pandan wangi body scrub. Lulur atau body scrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga dapat bernapas serta kulit menjadi lebih cerah dan putih. Sekarang ini begitu banyak jenis lulur yang beredar di masyarakat dengan berbagai khasiat dimulai dari menghaluskan kulit, meremajakan kulit hingga memutihkan kulit.</p>
<p>Tanaman–tanaman yang bermanfaat bagi kecantikan kini dapat kita temui di berbagai SPA. Disisni perlu kita cermati bahan-bahan apa saja yang berpotensi sebagai bahan lulur tradisional, apa saja kandungan pada bahan-bahan-bahan tersebut, bagaimana cara pembuatannya serta khasiatnya bagi tubuh kita. Dengan mengetahui hal-hal tersebut maka kita dapat memanfaatkan tumbuhan dengan baik dan terhindar dari efek samping berbahaya poduk sintetis</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=298&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/05/19/lulur-tradisional-sebagai-senjata-andalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Perempuan lebih Cerewet?</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/04/kenapa-perempuan-lebih-cerewet/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/04/kenapa-perempuan-lebih-cerewet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 06:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerewet]]></category>
		<category><![CDATA[lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang menganggap sudah jadi kodrat seorang perempuan untuk lebih cerewet dari laki-laki. Tapi sebenarnya ada penjelasan mengapa perempuan cerewet. Mau tahu? Seorang ilmuwan dari MTE studios, Dubai menjelaskan bahwa ada 28 perbedaan struktural di dalam otak perempuan dan laki-laki. Perbedaan itu tidak hanya membedakan jenis kelamin, tetapi juga berpengaruh terhadap kisah hidup laki-laki dan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=295&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian orang menganggap sudah jadi kodrat seorang perempuan untuk lebih cerewet dari laki-laki. Tapi sebenarnya ada penjelasan mengapa perempuan cerewet. Mau tahu?</p>
<p>Seorang ilmuwan dari MTE studios, Dubai menjelaskan bahwa ada 28 perbedaan struktural di dalam otak perempuan dan laki-laki. Perbedaan itu tidak hanya membedakan jenis kelamin, tetapi juga berpengaruh terhadap kisah hidup laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Menurut penelitian tersebut, seperti yang detikhot kutip dari Health24, Jumat (3/3/2009),  ada perbedaan signifikan dalam gaya bicara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki memakai sekitar 2.000 sampai 4.000 kata, 1.000 sampai 2.000 suara dan 2.000 sampai 3.000 bahasa tubuh, Jika dijumlahkan, maka ada sekitar 9.000 kata, suara dan bahasa tubuh yang digunakan.<span id="more-295"></span></p>
<p>Sedangkan perempuan menggunakan 8.000 sampai 10.000 bahasa tubuh, 6.000 sampai 8.000 kata dan 2.000 sampai 3.000 suara untuk berkomunikasi setiap hari. Jika dijumlahkan maka kira-kira ada sekitar 21.000 kata, suara dan bahasa tubuh yang digunakan perempuan setiap hari. Wow!</p>
<p>Laki-laki dan perempuan mempunyai alasan yang berbeda untuk berbicara. Perempuan berbicara untuk mengurangi stress dan menjalin hubungan dengan perempuan lain. Mereka mendengarkan apa yang orang lain katakan dan mereka bisa bicara dan mendengar pada saat yang bersamaan. Laki-laki bicara untuk mengubah fakta dan menunggu giliran untuk berbicara.</p>
<p>Bagian callosum dalam otak perempuan lebih besar daripada milik laki-laki. Inilah yang memungkinkan perempuan untuk melakukan banyak tugas sekaligus. Otak perempuan juga lebih cepat sembuh dari cidera otak, hal ini dikarenakan bagian dari otak yang tidak terluka dapat mengambil alih tugas dari bagian yang cidera.</p>
<p>Laki-laki mempunyai bakat dalam menggambarkan sebuah tempat, meskipun begitu  10 persen dari perempuan mempunyai bakat yang sama, namun biasanya mereka adalah lesbian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=295&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/04/kenapa-perempuan-lebih-cerewet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Plasma Darah, Penjelasan Singkat</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/02/plasma-darah-penjelasan-singkat/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/02/plasma-darah-penjelasan-singkat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 08:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmakologi-Toksikologi]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[elektrolit]]></category>
		<category><![CDATA[eritrosit]]></category>
		<category><![CDATA[fibrin]]></category>
		<category><![CDATA[globulin]]></category>
		<category><![CDATA[komponen darah]]></category>
		<category><![CDATA[Plasma darah]]></category>
		<category><![CDATA[serum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Darah terdiri dari sel darah terdiri dari sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit), yang tersuspensi dalam plasma. Plasma merupakan komponen cairan dari darah yang mengandung fibrinogen terlarut. Setelah aktivasi oleh enzim plasmin, terbentuklah gumpalan fibrin. Sesudah gumpalan ini disingkirkan, sisa yang tertinggal disebut serum. Plasma terdiri untuk sebagian besar dari <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=291&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Darah terdiri dari sel darah terdiri dari sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit), yang tersuspensi dalam plasma. Plasma merupakan komponen cairan dari darah yang mengandung fibrinogen terlarut. Setelah aktivasi oleh enzim plasmin, terbentuklah gumpalan <em>fibrin</em>. Sesudah gumpalan ini disingkirkan, sisa yang tertinggal disebut serum. Plasma terdiri untuk sebagian besar dari air dengan terlarut dalam zat-zat elektrolit dan beberapa protein, yakni globulin (alfa-, beta-, gamma-), albumin dan faktor pembekuan darah.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Plasma darah merupakan bagian cair darah. Cairan<span> </span>ini didapat dengan<span> </span>membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi.<span> </span>Plasma terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid, dan asam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. Dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan. Plasma darah berbeda dengan serum darah terutama pada serum tidak terdapat faktor pembentukan fibrinogen.<span id="more-291"></span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Protein dalam plasma memiliki konsentrasi sekitar 1 mmol/L. Dengan bantuan elektroforesis, protein plasma dapat dipisahkan menjadi fraksi albumin serta fraksi α1, α2, β, dan γ-globulin. Sekitar 56% protein plasma merupakan fraksi albumin, 4% adalah α1-globulin, α2-globulin sebanyak 10%, β-globulin 12%, dan 18% dari jumlah protein plasma merupakan γ-globulin.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Globulin diperlukan untuk berbagai fungsi biologik. Sejumlah α- globulin dan β-globulin<span> </span>mempunyai fungsi transpor khusus. Kelompok α1- globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol. β-globulin bertanggung jawab untuk transpor besi bervalensi tiga dalam plasma. Sementara itu, γ-globulin merupakan glikoprotein yang pada pemisahan elektroforesis bergerak paling lambat. Karena peran sertanya pada reaksi imun, maka γ-globulin disebut juga imunoglobin (IgG). Protein plasma juga mempunyai peran yang penting dalam pengaturan distribusi air antara plasma dan ruang interstisial, karena sebagai protein ia tidak dapat melewati dinding kapiler. Dengan demikian, tekanan osmotik koloidnya akan menahan air dalam sirkulasi darah. Peran yang terbesar dilakukan albumin (±80%). Albumin juga mempunyai arti yang besar untuk ikatan protein obat. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Tekanan osmosis plasma yaitu 7,3 atm dan dijaga dengan pengaturan osmosis yang berfungsi dengan baik. Pada tekanan ini, yang berperan sampai 96% elektrolit anorganik. Perbandingan ion yang satu terhadap ion yang lain dan pH plasma juga dijaga hampir tetap oleh proses pengaturan khusus. Kation dengan konsentrasi plasma tertinggi adalah natrium sedangkan anion plasma yang secara kuantitatif paling berarti adalah klorida</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=291&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/02/plasma-darah-penjelasan-singkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Infeksi Saluran Kemih</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/01/infeksi-saluran-kemih/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/01/infeksi-saluran-kemih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 22:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmakologi-Toksikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Farmakoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kemih]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[uretra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih, dimana terjadi peradangan pada saluran kemih yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang paling sering sebagai penyebab dari infeksi saluran kemih adalah bakteri. Dari bakteri yang ada yang paling sering sebagai penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri E.Coli. Bakteri <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=289&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:31.5pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IT">Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih, dimana terjadi </span><span style="font-family:&quot;color:#333333;" lang="IT">peradangan pada saluran kemih yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang paling sering sebagai penyebab dari infeksi saluran kemih adalah bakteri. Dari bakteri yang ada yang paling sering sebagai penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri <em>E.Coli</em>. Bakteri ini terdapat secara alamiah pada saluran cerna (anus). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:black;">Infeksi saluran kemih adalah keadaan yang ditandai dengan adanya bakteri dalam urin dan pada pemeriksaan biakan didapatkan jumlah bakteri 105 per milliliter yang dapat disertai dengan gejala-gejala (simtomatik) atau tidak (asimtomatik).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:31.5pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:black;">Infeksi saluran kemih ini sering dijumpai pada wanita dan merupakan infeksi kedua sesudah infeksi saluran pernafasan. Infeksi ini juga lebih sering dijumpai pada wanita dari pada laki-laki, pada wanita dapat terjadi pada semua umur, sedangkan pada laki-laki di bawah umur 50 tahun jarang terjadi. Pada umumnya infeksi saluran kemih pada wanita terbatas pada saluran kemih bagian bawah yaitu uretra dan kandung kemih, akan tetapi dapat pula menyebar ke saluran kemih bagian atas sampai ke ginjal. Sebaliknya infeksi yang terjadi pada saluran kemih bagian atas hampir selalu disertai dengan infeksi saluran kemih bagian bawah (Junizaf, 1994).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:31.5pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:black;">Jenis-Jenis ISK:</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 67.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sistitis adalah istilah untuk Infeksi Kandung Kemih yang sering dialami kaum wanita .Gejalanya seperti sering ingin buang air kecil dan terasa nyeri seperti terbakar , bahkan sering terdapat darah pada saat buang air kecil.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 67.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Uretritis adalah infeksi pada saluran kemih yang sering terjadi pada  pria yang sering melakukan aktifitas seksual tanpa memperhatikan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 67.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pyelonefritis adalah infeksi pada pyelum ginjal yang sangat berbahaya sehingga dapat terjadi  gagal ginjal sehingga perlu cuci darah dengan alat yangdisebut hemodialisa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=289&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/01/infeksi-saluran-kemih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hipersensitifitas</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/22/hipersensitifitas/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/22/hipersensitifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 03:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmakologi-Toksikologi]]></category>
		<category><![CDATA[autoimun]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Imunologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Imunitas spesifik merupakan mekanisme yang ampuh untuk menyingkirkan patogen dan antigen asing. Mekanisme efektor sistem imun seperti komplemen, fagosit, sitokin, dan lain-lain tidak spesifik untuk antigen asing. Karena itu respon imun dan reaksi inflamasi yang menyertai respon imun kadang-kadang disertai kerusakan jaringan tubuh sendiri baik lokal maupun sistemik. Pada umunya efek samping demikian dapat dikendalikan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=287&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">Imunitas spesifik merupakan mekanisme yang ampuh untuk menyingkirkan patogen dan antigen asing. Mekanisme efektor sistem imun seperti komplemen, fagosit, sitokin, dan lai</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">n</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">-lain tidak spesifik untuk antigen asing. Karena itu respon imun dan reaksi inflamasi yang menyertai respon imun kadang-kadang disertai kerusakan jaringan tubuh sendiri baik lokal maupun sistemik. Pada umunya efek samping demikian dapat dikendalikan dan membatasi diri (<em>self-limited</em>) dan berhenti sendiri dengan hilangnya antigen asing. Di samping itu, dalam keadaan normal ada toleransi terhadap antigen self sehingga tidak terjadi respon imun terhadap jaringan tubuh sendiri. Namun adakalanya reaksi atau respon imun itu berlebihan atau tidak terkontrol dan reaksi demikian disebut reaksi hipersensitivitas (Kresno, 2001). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">Reaksi hipersentivitas dapat terjadi bila jumlah antigen yang masuk realtif banyak atau bila status imunologi seseorang, baik selular maupun humoral meningkat. Reaksi itu tidak pernah timbul pada pemaparan pertama dan merupakan ciri khas individu bersangkutan. Reaksi hipersensitivitas menimbulkan manifestasi klinik dan patologik yang sangat heterogen dan heterogenitas itu ditentukan oleh:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">jenis respon imun yang mengakibatkan kerusakan      jaringan, dan </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">sifat dan lokasi antigen yang menginduksi atau yang      merupakan sasaran dari respon imun tersebut.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Berdasarkan mekanisme reaksi imunologi yang terjadi, secara umum reaksi hipersentivitas dibagi menjadi 4 golongan yaitu: reaksi hipersentivitas I, II, II</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">I</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> dan IV. Klasifikasi itu didasarkan pada mekanisme patologik utama yang bertanggung jawab atas kerusakan sel atau jaringan. Reaksi tipe I, II, dan II</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">I</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> terjadi karena interaksi antara antigen dengan antibodi sehingga termasuk reaksi humoral, sedangkan reaksi tipe IV terjadi karena interaksi antara antigen dengan reseptor yang terdapat pada permukaan limfosit T dan mengaktifkan limfosit T sehingga termasuk reaksi seluler (Kresno, 2001).</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=287&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/22/hipersensitifitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Farmakokinetika Amoxicillin</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/11/farmakokinetika-amoxicillin/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/11/farmakokinetika-amoxicillin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 05:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmakologi-Toksikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Amoxicillin]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Farmakokinetik]]></category>
		<category><![CDATA[Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Absorpsi Amoxicillin hampir lengkap diabsorbsi sehingga konsekuensinya Amoxicillin tidak cocok untuk pengobatan shigella atau enteritis karena salmonella, karena kadar efektif secara terapetik tidak mencapai organisme dalam celah intestinal. Amoxicillin stabil pada asam lambung dan terabsorpsi 74-92% di saluran pencernaan pada penggunaan dosis tunggal secara oral. Nilai puncak konsentrasi serum dan AUC meningkat sebanding dengan meningkatnya <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=283&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="ES">Absorpsi</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 1cm;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Amoxicillin hampir lengkap diabsorbsi sehingga konsekuensinya Amoxicillin tidak cocok untuk pengobatan shigella atau enteritis karena salmonella, karena kadar efektif secara terapetik tidak mencapai organisme dalam celah intestinal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:29.7pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Amoxicillin stabil pada asam lambung dan terabsorpsi 74-92% di saluran pencernaan pada penggunaan dosis tunggal secara oral. Nilai puncak konsentrasi serum dan AUC meningkat<span> </span>sebanding dengan meningkatnya dosis. Efek terapi Amoxicillin akan tercapai setelah 1-2 jam setelah pemberian per oral. <span> </span>Meskipun adanya makanan di saluran pencernaan dilaporkan dapat menurunkan dan menunda tercapainya nilai puncak konsentrasi serum Amoxicillin, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada jumlah total obat<span> </span>yang diabsorpsi (McEvoy, 2002)</span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="ES">Distribusi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:29.7pt;line-height:150%;"><span>Distribusi obat bebas ke seluruh tubuh baik. Amoxicillin dapat melewati sawar plasenta, tetapi tidak satupun menimbulkan efek teratogenik. Namun demikian, penetrasinya ke tempat tertentu seperti tulang atau cairan serebrospinalis tidak cukup untuk terapi kecuali di daerah tersebut terjadi inflamasi. Selama fase akut (hari pertama), meningen terinflamasi lebih permeable terhadap Amoxicillin, yang menyebabkan peningkatan rasio sejumlah obat dalam susunan saraf pusat dibandingkan rasionya dalam serum. Bila infefksi mereda, inflamasi menurun<span> </span>maka permeabilitas sawar terbentuk kembali (Mycek, et.al.,2001).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="ES">Eliminasi</span></strong></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Jalan utama ekskresi melalui system sekresi asam organik (tubulus) di ginjal, sama seperti melalui filtrate glomerulus. Penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis obat yang diberikan harus disesuaikan (Mycek, et.al.,2001).</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=283&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/03/11/farmakokinetika-amoxicillin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Efek Farmakologis Ibuprofen</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/02/19/efek-farmakologis-ibuprofen/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/02/19/efek-farmakologis-ibuprofen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 05:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmakologi-Toksikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Analgesik]]></category>
		<category><![CDATA[Antipiretik]]></category>
		<category><![CDATA[Ibuprofen]]></category>
		<category><![CDATA[Medicine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan pertama kali di banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya anti-inflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama seperti aspirin. Efek anti-inflamasinya terlihat dengan dosis 1200-2400 mg sehari. Absorpsi ibuprofen cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam. Waktu paruh dalam plasma sekitar <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=279&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan pertama kali di banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya anti-inflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama seperti aspirin. Efek anti-inflamasinya terlihat dengan dosis 1200-2400 mg sehari. Absorpsi ibuprofen cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam. Waktu paruh dalam plasma sekitar 2 jam. Sembilan puluh persen ibuprofen terikat pada protein plasma. Ekskresinya berlangsung cepat dan lengkap. Kira-kira 90% dari dosis yang diabsorpsi akan diekskresi melalui urin sebagai metabolit atau konjugatnya. Metabolit utama merupakan hasil hidroksilasi dan karboksilasi.</p>
<p class="MsoNormal">Obat AINS derivat asam propionat hampir seluruhnya terikat dengan protein plasma, efek interaksi misalnya pergeseran obat warfarin dan oral hipoglemik hampir tidak ada. Tetapi pemberian bersama warfarin , tetap harus waspada karena adanya gangguan fungsi trombosit yang meperpanjang masa pendarahan. Derivat asam propionat dapat mengurangi efek diuresis dan natriuresis furosemid dan tiazid, juga mengurangi efek antihipertensi obat beta bloker, prazosin dan kaptopril. Efek ini mungkin karena hambatan biosintesis PG ginjal. Efek samping terhadap saluran cerna lebih ringan dibandingkan dengan aspirin, indometasin atau neproksen. Efek samping lainnya yang jarang ialah eritema kulit, sakit kepala, trombositopenia, ampbliopia toksik yang reversibel. Dosis sebagai analgesik 4 kali 400 mg sehari tetapi sebaiknya dosis optimal pada tiap orang ditentukan secara individual. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui. Dengan alasan bahwa ibuprofen relatif lebih lama dikenal dan tidak menimbulkan efek samping yang serius pada dosis analgesik, maka ibuprofen dijual sebagai obat generik bebas di beberapa negara antara lain Amerika Serikat dan Inggris.</p>
<p class="MsoNormal">Obat pertama dari kelompok propionat (1969) ini adalah NSAID yang paling banyak digunakan , berkat efek sampingnya yang relatif ringan dan status OTC-nya di kebanyakan negara. Zat ini merupakan campuran resemis, dengan bentuk dextro yang aktif. Daya analgetis dan antiradangnya cekup baik dan sudah banyak mendesak salisilat pada penanganan bentuk rema yang tidak begitu hebat dan gangguan dari alat gerak. Ibuprofen 400 mg oral sama efeknya dengan 500 mg rektal.</p>
<p class="MsoNormal">Resorpsinya dari usus cepat dan baik (ca 80%), resorpsi rektal lebih lambat. PP-nya 90-99%, plasma-t1/2-nya ca 2 jam. Ekskresi berlangsung terutama sebagai metabolit dan konjugasi-konjugasinya.</p>
<p class="MsoNormal">Terapi simptomatik kronik pada artritis reumatik osteoartitis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=279&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/02/19/efek-farmakologis-ibuprofen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Atasi Diabetes dengan Apel</title>
		<link>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/01/22/kiat-atasi-diabetes-dengan-apel/</link>
		<comments>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/01/22/kiat-atasi-diabetes-dengan-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 04:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otetatsuya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Apel]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Kencing manis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otetatsuya.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Apel, siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Setiap kita berbelanja ke pasar terdekat maupun ke swalayan pasti banyak kita temui buah apel yang di jual berjejer dengan berbagai variasinya. Begitu mudahnya kita menemukan apel tapi tidak banyak orang yang tahu khasiat apel sebagai obat diabetes. Sebagian orang mengenal apel hanya sebagai antioksidan yang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=276&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-277" title="buah apel" src="http://otetatsuya.files.wordpress.com/2009/01/buah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="buah apel" width="300" height="225" />Apel, siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Setiap kita berbelanja ke pasar terdekat maupun ke swalayan pasti banyak kita temui buah apel yang di jual berjejer dengan berbagai variasinya. Begitu mudahnya kita menemukan apel tapi tidak banyak orang yang tahu khasiat apel sebagai obat diabetes. Sebagian orang mengenal apel hanya sebagai antioksidan yang baik. Namun dibalik itu apel juga tak kalah penting dalam mengatasi diabetes melitus atau yang sering dikenal dengan penyakit kencing manis. Disamping itu apel juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit atau gangguan kesehatan lain seperti diare. Berikut adalah cara pemanfaatan apel dalam khasiatnya mengobati kencing manis dan diare.<span id="more-276"></span></p>
<p>1. Diabetes Mellitus<br />
Bahan: 1 biji buah apel berukuran sedang.<br />
Cara membuat : dibelah menjadi 4 bagian dan direbus dengan air 3-4<br />
gelas sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.<br />
Cara menggunakan : diminum pagi-sore, dan dilakukan secara rutin.</p>
<p>2. Diare<br />
Bahan: buah apel yang belum begitu masak.<br />
Cara menggunakan: dimakan biasa.</p>
<p>Adapun tanaman  Apel (Pyrus malus) dapat hidup subur di daerah yang mempunyai temperatur udara dingin. Tumbuhan ini di Eropa dibudidayakan terutama di daerah subtropis bagian Utara. Sedang apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Atau juga berasal dari daerah Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan apel dikatagorikan sebagai salah satu anggota keluarga mawar-mawaran dan mempunyai tinggi batang pohon dapat mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun tumbuhan bunga mawar. Berbentuk bulat telur dan dihiasi gerigi-gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel yang berukuran macam-macam tersebut sebenarnya merupakan bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.</p>
<p><span style="color:#000000;"> Buah apel (Pyrus malus) selain mempunyai kandungan senyawa pektin juga mengandung zat gizi, antara lain (per 100 gram) : &#8211; Kalori 58 kalori &#8211; Hidrat arang 14,9 gram  &#8211; Lemak 0,4 gram &#8211; Protein 0,3 gram &#8211; Kalsium 6 mg &#8211; Fosfor 10 mg &#8211; Besi 0,3 mg &#8211; Vitamin A 90 SI &#8211; Vitamin B1 0,04 mg &#8211; Vitamin C 5 mg &#8211; dan Air 84 %</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otetatsuya.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otetatsuya.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otetatsuya.wordpress.com&amp;blog=5444252&amp;post=276&amp;subd=otetatsuya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otetatsuya.wordpress.com/2009/01/22/kiat-atasi-diabetes-dengan-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f165590ec2aa4d1b7371a23b33b48e95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">otetatsuya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://otetatsuya.files.wordpress.com/2009/01/buah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buah apel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
