Feeling Beautiful

Manusia diciptakan dengan berbagai ragam. Setiap orang memiliki kemampuannya sendiri, dan tentu tiap insan mempunyai kepintaran menurut jalan mereka sendiri. Meski demikian Tuhan mencipta kita dengan penuh keadilan. Tiada yang benar-benar sempurna dalam dunia ini, selalu ada sebuah keterbatasan dan kekurangan. Kita bisa dalam satu bidang tapi dalam bidang yang lain belum tentu kita bisa. Tuhan menciptakan manusia sedemikian rupa agar semua manusia bisa saling mengisi. Setiap insan manusia didunia ini dianugrahi sebuah kemampuan yang lebih dari pada insan yang lain. Sebuah kemampuan untuk menalarkan apa yang ia lihat, apa yang ia rasakan, dan apa yang ia inginkan. Satu hal yang paling mendalam adalah mengenai apa yang kita rasakan. Dalam setiap detik waktu kita selalu merasakan apa yang kita lihat, indah, elok, jelek, kurang bagus dan lain sebagainya. Rasa itu datang begitu saja, setelah kita dihadapkan pada situasi yang berbeda-beda. Melihat sesuatu yang indah dalam definisi pemikiran kita, maka akan tercipta suatu tetapan atau standar di pikiran bahwa hal tersebut menjadi acuan kita untuk dapat kita katakan indah. Sedangkan yang lain, tentunya yang tidak masuk kategori indah, maka tentu saja menurut pemikiran kita itu tidaklah seindah seperti yang kita pikirkan. Hasil “standar” yang kita amati tersebut tidaklah begitu relevan dalam hidup kita, tak terkecuali hal tersebut telah menyangkut masalah-masalah yang sensitif. Misalkan saja seperti memilih seorang pasangan hidup. Tentu akan sangat signifikan efeknya jika kita menganggap orang yang sangat cantik atau tampan, menjadi suatu acuan kita untuk memilih. Apa jadinya jika semua orang punya pemikiran seperti itu. Maka bagaimana dengan orang lain yang dianggap dibawah standar, akan dibuangkah? Tentu kenyataan tidak seperti itu, namun memang di balik itu semua ada banyak faktor yang mempengaruhi seorang memilih pasangan hidupnya. Tidak saja berdasarkan fisik, tapi juga keteguhan hati dan faktor-faktor yang lain.

Marilah kembali kita berbicara mengenai suatu keindahan, yang tentunya dimiliki oleh setiap insan manusia dengan istilah yang lebih populer, Kecantikan atau Ketampanan. Cantik, apa yang dapat kita katakan sebagai faktor seseorang dikatan seperti itu? Mungkin salah satunya adalah berparas manis, dengan lesung pipi, berkulit putih dengan rambut lurus, mungkin juga tidak seperti itu, tergantung pada masing-masing insan manusia. Tapi apapun itu, semuanya punya kemampuan untuk dikatakan sebagai cantik.

Dewasa ini banyak kita temui orang-orang, yang kebanyakan adalah perempuan memiliki suatu “hobi” untuk memperlihatkan, mengabadikan ataupun mengelu-elukan dirinya sendiri. Entah karena memang zaman ataukah memang bawaan dari orok, sulit untuk kita prediksi. Karena bisa saja, hal-hal seperti itu dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri. Salah satu hal yang sering dilakukan adalah berfoto-foto ria dimana pun dan kapan pun tanpa mengenal waktu, asalkan suatu rasa indah yang ia rasakan pada dirinya muncul. Rasa indah atau “feeling beautiful” ini merupakan pendorong yang sangat kuat bagi seorang wanita untuk mengabadikan apa yang ia rasakan tersebut. Sangat disayangkan sekali jika sampai satu momen indah atau cantik dalam dirinya terlewatkan begitu saja. Salah faktor lingkungan yang paling berperan ialah pada saat seseorang tersebut menemukan tempat yang ia rasa bagus, indah, nyaman dan tepat untuk melakukan hal-hal yang berbau narsis tersebut. Misalnya pergi ke mall, ke pantai dan tempat-tempat rekreasi yang lain, dan yang paling narsis dan najis adalah berfoto di toilet atau tempat-tempat semacamnya. Pernah suatu ketika, seorang teman memperlihatkan foto temannya yang sedang foto didepan toilet. Aneh saya pikir, tapi itulah kenyataan yang terjadi dewasa ini. Tempat bukanlah masalah asalkan mereka sedang mendapatkan feel’nya tersebut.

Munculnya feel beautiful ini tidak saja dari orang-orang yang masuk dalam kategori cantik saja, namun jauh diluar itu orang-orang yang tak masuk dalam kategori pun bisa punya perasaan yang sama. Dalam artian disini memang suatu kecantikan itu adalah relatif, namun kita anggap untuk sementara waktu hal itu kita tetapkan sebagai satu nilai standar kecantikan, satu sebagai kelompok yang cantik, dan satu kelompok lagi tidak. Naluri kalau boleh kita katakan, yang dimiliki tiap orang tak pandang cantik atau tidak, akan menjadi motivator bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang berbau narsis saat feeling beatiful. Banyak orang-orang yang biasa saja, juga sangat hobi melakukan hal tersebut. Hal yang paling penting ialah bagaimana kita berani untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan ke dalam bentuk penuangan yang sifatnya membanggakan bagi diri kita, membuat kita menjadi merasa tinggi, dan beberapa rasa narsis lainnya.

Feeling beautiful, perlu atau tidakkah kita seperti itu? Mungkin ada satu alasan atau manfaat penting yang dapat diperoleh dibalik sikap feeling beautiful tersebut. Salah satunya adalah bahwa hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Tak peduli dimana pun kita berada, kita perlu sebuah rasa percaya diri yang tinggi untuk menaklukkan dunia. Namun patut juga direnungkan bahwa segala sesuatu ada batasnya. Feeling beautiful boleh-boleh saja, namun janganlah terlalu berlebihan sehingga bisa menyebabkan percaya diri yang berlebihan pula, dan ujung-ujungnya jadi takabur. Pikirkanlah sesuatu dengan matang sebelum melakukan, ada baiknya semua yang kita lakukan selalu dalam batasan normal.

Feeling beautiful is one of the way to get confidence….(ote tatsuya)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: