Teror Mumbai, tewaskan ratusan umat Hindu

Sungguh kejam dan laknat, itulah sekiranya sedikit gambaran dari serangan teroris yang terjadi Mumbai India. Betapa tidak, dengan suatu perencenaan yang amat mulus dan terarah segerombolan teroris dengan mudahnya memporak-poranda Mumbai dengan korban yang tidak sedikit. Sekurang-kurangnya 183 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera. Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan penyanderaan. Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chatrapati Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

Yang paling parah adalah penyerangan terhadap orang-orang Hindu di Mumbai. Teroris membabi buta orang-orang Hindu yang tak berdosa. Seolah menjadi sebuah tujuan utama dari para teroris dalam melancarkan aksinya, selain orang-orang Yahudi yang juga menjadi korban. Apakah ini merupakan salah satu penerapan ajaran agama yang menganggap bahwa orang-orang yang menganut kepercayaan lain dianggap sebagai musuh yang harus diberantas. Mungkin hal ini menjadi alasan kuat para orang-orang yang sudah dicuci otaknya dan memiliki keyakinan yang begitu ekstrim terhadap ajaran agamanya dalam melancarkan aksinya. Memang ajaran agama yang boleh dikatakan sangat nyeleneh ini jarang terungkap ke permukaan karena mereka sangat pintar dalam menyembunyikan ajaran yang buruk. Hanya menonjolkan suatu ajaran yang mereka anggap baik.

Korban teroris di Hotel Oberoi tidak hanya orang-orang India saja, tetapi orang asing yang bekerja disana juga menjadi korban. Bahkan terdapat 5 korban selamat yang berasal dari Bali. Kelima orang Bali tersebut bekerja sebagai terapist di Hotel Oberoi dan kini telah dipulangkan ke tanah kelahirannya atas permintaan keluarganya.

mumbai victim

Teroris kini kian merajarela, tiap tempat diseluruh dunia tanpa ada yang bisa mendeteksi keberadaannya menjadi korban serangan yang begitu dasyat. Sampai kapankah hal ini akan terjadi. Meski semua orang didunia ini mengutuk dan melawan serangan teroris, namun belum ada satupun yang mampu menggagalkan serangannya. Bagaimanakah kita harus bertindak, jika orang dalam bangsa kita sendiri juga ada yang menjadi teroris. Tragedi Bom Bali 1 dan 2, menjadi saksi bisu keganasan orang-orang dari bangsa kita sendiri yang mengaku dirinya menjalankan ajaran agamnya. Semoga para teroris itu sadar akan dirinya, bahwa sebuah hidup sangatlah berharga seperti hidupnya sendiri.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: