Anestetika Lokal

Anestetik lokal atau penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan lokal merintangi secara reversibel penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gatal-gatal rasa panas atau dingin. Banyak persenyawaan lain juga memiliki daya kerja demikian, tetapi efeknya tidak reversibel dan menyebabkan kerusakan permanen terhadap sel-sel saraf. Misalnya cara mematikan rasa setempat juga dapat dicapai dengan pendinginan yang kuat (freezing anaesthesia) atau melalui keracunan protoplasma (fenol).

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk suatu jenis obat yang digunakan sebagai anestetikum lokal, antara lain;

a. Tidak merangsang jaringan.

b. Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf.

c. Toksisitas sistemik rendah.

d. Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir.

e. Mulai kerjanya sesingkat mungkin, tetapi bertahan cukup lama dan dapat larut dalam air dan menghasilkan larutan yang stabil, juga terhadap pernapasan (sterilisasi).

Anastesi dapat dibagi menjadi tiga fase: induksi, pemeliharaan, dan sadar kembali. Induksi didefinisikan sebagai suatu periode waktu dari mulai pemerian anastesi sampai pada anastesi pembedahan yang efektif pada penderita. Induksi anastesi tergantung dari seberapa cepatnya konsentrasi efektif obat anastesi yang mencapai otak. Selama fase induksi adalah perlu untuk mencegah fase eksitatori (Stadium II delirium) yang ditandai oleh beberapa anastesi kerja lambat. Jadi anastesi umum secara normal diinduksi dengan suatu anastesi intravena seperti thiopental, keadaan tidak sadar dicapai setelah disuntik 25 menit. Pemeliharaan adalah waktu selama penderita mengalami anestesi pembedahan. Setelah pemberian campuran anastesi pilihan, ahli anestisiologi memonitor tanda-tanda vital penderita dan respon terhadap berbagai stimuli selama prosedur pembedahan untuk mendapatkan keseimbangan jumlah obat inhalasi dan/ atau infus dengan kedalama anestesi. Anestesi biasanya dipelihara dengan pemberian anestesi gas atau anestesi volatile, karena obat-obat ini menawarkan kontrol terus-menerus yang baik terhadap kedalaman anestesi. Sadar kembali dari anestesi adalah waktu dari putusnya pemberian obat anestesi sampai kesadaran kembali.

Anestetika lokal dapat digolongkan secara kimiawi dalam beberapa kelompok sebagai berikut:

a. Senyawa-ester: kokain dan ester-PABA (benzokain, prokain, oksibuprokain, tetrakain).

b. Senyawa-amida: lidokain dan prilokain, mepivakain bupivakain dan cinchokain.

c. Lainnya: fenol, benzilalkohol dan etil-klorida.

Prokain merupakan derivat-benzoat yang disintesa pada tahun 1905 (Einhorn) tidak begitu toksik dibandingkan kokain. Anestetik lokal dari kelompok ester ini bekerja singkat. Dalam tubuh zat ini dengan cepat dan sempurna dihidrolisa oleh kolinesterase menjadi dietilaminoetanol dan PABA (asam para-aminobenzoat), yang mengantagonir daya kerja sulfonamida. Resorpsinya di kulit buruk, maka hanya digunakan sebagai injeksi dan sering kali bersamaan dengan adrenalin untuk memperpanjang daya kerjanya. Sebagai anestetik lokal, prokain sudah banyak digantikan oleh lidokain dengan efek samping yang ringan.

Efek sampingnya yang serius adalah hipertensi, yang kadang-kadang pada dosis rendah sudah dapat mengakibatkan kolaps dan kematian. Efek samping yang harus dipertimbangkan pula adalah reaksi alergi terhadap sediaan kombinasi prokain-penisilin. Berlainan dengan kokain zat ini tidak memberikan adiksi. Dosis: anestesi infiltrasi 0,25-0,5%, blockade saraf 1-2%.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: