EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale Roxb.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI Escherichia coli dan Bacillus subtilis

Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis merupakan kelompok bakteri enterobacteriaceae yang hidup di dalam saluran pencernaan manusia sebagai penghuni usus (enteron) dan bersifat patogen. Bakteri E. coli dapat menyebabkan gastroenteritis pada manusia, sedangkan B. subtilis dapat menyebabkan kerusakan pada makanan kaleng yang juga dapat mengakibatkan gastroenteritis pada manusia yang mengkonsumsinya. Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, penyakit ini merupakan penyebab kematian manusia sepanjang sejarah. Tumbuhan memiliki metabolit sekunder yang dapat bertanggung jawab terhadap ketahanan alami dari tumbuhan, mungkin karena alasan ini banyak tumbuhan yang digunakan untuk terapi infeksi dan penelitian untuk eksplorasi senyawa yang potensial sebagai anti mikroba. Salah satu diantaranya adalah pemanfaatan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman Jahe (Zingiber officinale Roxb.).

Tanaman jahe termasuk Suku Zingiberaceae, merupakan salah satu tanaman rempah- rempahan yang telah lama digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman jahe terutama golongan flavonoid, fenol, terpenoid, dan minyak atsiri (Benjelalai, 1984). Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan tumbuhan Suku Zingiberaceae umumnya dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang merugikan kehidupan manusia. Ekstrak Lengkuas (Suku Zingiberaceae) dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan mikroba, diantaranya bakteri Escherichia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, jamur Neurospora sp, Rhizopus sp dan Penicillium sp. Beberapa jenis tumbuhan Suku Zingiberaceae lainnya juga dilaporkan mengandung senyawa bioaktif yang potensial. Tumbuhan Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht (Zingiberaceae) mengandung senyawa alpinetin, boesenbergin A, cardamonin, boesenbergin B, chavicinic acid, 1,8-cineol, 2,6-dihydroxy-4 methoxychalcone, inocenbrin, pinostrobin, essential oil yang mempunyai bioaktifitas sebagai anti jamur. Tumbuhan Costus speciosus Smith. (Zingiberaceae) mengandung diosgenin, dioscin, gracillin, asam lemak yang mempunyai bioaktifitas sebagai anti-fertilitas, estrogenik, dan anti inflamatori (Ponglux et al,1987).

Senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman suku Zingiberaceae perlu diteliti pemanfaatannya terutama sebagai bahan biobakterisida nabati dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen khususnya E. coli dan B. subtilis.

    • sandra
    • Maret 28th, 2009

    thanks banget artikelnya keren

    • dona maria
    • Oktober 14th, 2009

    klo referensinya ditulis ini artikel bs jadi bahan pembelajaran buat mahasiswa lhoo…….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: