Penentuan Kadar Quinine dalam Plasma

Kina (kuinin) ialah alkaloid penting yang diperoleh dari kulit pohon sinkona. Alkaloid ini telah berabad-abad digunakan oleh penduduk asli di Amerika Selatan sebagai obat tradisional. Penggunaannya secara ilmiah berkembang dengan pesat sejak kina dan sinkonin berhasil diisolasi. Saat ini kina sudah dapat disintesis, tetapi cara pembuatannya demikian sulit dan mahal sehingga sumber alam masih tetap dipertahankan.

Pohon sinkona mengandung lebih dari 20 alkaloid, tetapi yang bermanfaat hanya 2 pasang isomer, kina dan kuinidin, serta sinkonin dan sinkonidin. Kina dan sinkonodin merupakan bentuk levo.

Kina mengandung gugus kuinolin yang terikat pada cincin kuinuklidin melalui ikatan alkohol sekunder, juga mengandung rantai samping -metoksi dan –vinil (Anonim, 2005).

KININA SULFAT

Kinina sulfat mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 101,0% kinina sulfat C40H48N4O4.H2SO4, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemerian hablur berbentuk jarum, putih, tidak berbau, pahit. Oleh pengaruh cahaya warna menjadi tua. Larut dalam 810 bagian air dan dalam 95 bagian etanol (95%), sukar larut dalam kloroform  dan dalam eter (Depkes RI, 1995). Baca lebih lanjut

Enzim Laktase Termostabil

Istilah termostabil (stabil panas) dapat didefinisikan dalam sejumlah arti dan bersifat stabil. Sebagian besar dari definisi termostabil dihubungkan dengan sifat alami dari enzim dan sumber penghasil enzim. Ada yang mendefinisikan enzim termostabil sebagai enzim yang memiliki suhu aktivitas maksimum diatas suhu pertumbuhan organisme penghasilnya. Namun definisi ini tidak berlaku jika dilihat dari kenyataan ada enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang hidup pada suhu 90oC, tetapi mempunyai suhu aktivitas optimum di bawah atau di atas suhu pertumbuhannya.

Definisi lain dari enzim termostabil adalah berhubungan dengan aktivitas enzim yang masih terukur setelah enzim diinkubasi pada suhu 60oC atau lebih selama waktu tertentu. Definisi tersebut ternyata dapat berlaku untuk enzim yang bersifat termotoleran yang masih memiliki aktivitas enzim setelah pemanasan dan terukur pada kondisi suhu mesofilik.

Kestabilan enzim biasanya diukur berdasarkan waktu paruh aktivitas enzim. Waktu paruh adalah waktu reaksi aktivitas enzim yang turun hingga separuh aktivitas semula pada kondisi suhu tertentu. Nilai waktu paruh masih suatu ukuran yang relatif. Namun pada umumnya enzim termostabil sejati memiliki waktu paruh pada suhu 50oC yang jauh lebih lama dibanding enzim termolabil (tidak tahan panas) (Ng dan Kenealy, 1986).

Enzim termostabil memiliki beberapa nilai ekonomis antara lain :

  1. Stabil selama penyimpanan yang akan mengurangi biaya produksi.
  2. Reaksi berlangsung pada suhu tinggi sehingga akan mengurangi kontaminasi oleh bakteri mesofilik.
  3. Lebih tahan terhadap pelarut, detergen, dan senyawa denaturan.
  4. Pada suhu tinggi proses fermentasi akan lebih cepat, karena reaksi enzim akan meningkat dan,
  5. Pemisahan produk yang mudah menguap akan lebih cepat (Steel dan Walker, 1991)

Lulur Tradisional sebagai Senjata Andalan

Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya di Bali. Begitu banyak jenis tumbuhan dengan beragam manfaat yang tumbuh secara tersebar. Akan tetapi dewasa ini tanaman-tanaman bermanfaat tersebut kurang mendapatkan perhatian oleh masyarakat Bali itu sendiri. Padahal tanaman-tanaman tersebut merupakan kekayaan alam yang apabila dimanfaatkan dengan baik maka kita dapat melihat betapa banyak kandungan zat-zat yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat saja, melainkan dapat juga dimanfaatkan sebagai bumbu, pengawet, pewarna bahkan kosmetik sekalipun. Jika ditelusuri lebih jauh maka dapat kita lihat bahwa olahan dari alam yang belum berupa zat kimia murni terlepas dari yang efek samping yang berbahaya.

Dewasa ini begitu banyak industri yang menawarkan berbagai produk kosmetik dengan iklan-iklan yang menggiurkan. Kosmetik sintetik tersebut dikemas dalam keadaan sepraktis mungkin. Hal inilah yang membuat masyarakat mulai meninggalkan bahan alami. Salah satu contoh kosmetik yaitu lulur. Lulur (Body Scrub) merupakan body treatment dengan melumuri tubuh dengan berbagai macam ramuan seperti herbal body scrub, papaya enzim body scrub, cinamon body scrub dan pandan wangi body scrub. Lulur atau body scrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga dapat bernapas serta kulit menjadi lebih cerah dan putih. Sekarang ini begitu banyak jenis lulur yang beredar di masyarakat dengan berbagai khasiat dimulai dari menghaluskan kulit, meremajakan kulit hingga memutihkan kulit.

Tanaman–tanaman yang bermanfaat bagi kecantikan kini dapat kita temui di berbagai SPA. Disisni perlu kita cermati bahan-bahan apa saja yang berpotensi sebagai bahan lulur tradisional, apa saja kandungan pada bahan-bahan-bahan tersebut, bagaimana cara pembuatannya serta khasiatnya bagi tubuh kita. Dengan mengetahui hal-hal tersebut maka kita dapat memanfaatkan tumbuhan dengan baik dan terhindar dari efek samping berbahaya poduk sintetis

Kenapa Perempuan lebih Cerewet?

Sebagian orang menganggap sudah jadi kodrat seorang perempuan untuk lebih cerewet dari laki-laki. Tapi sebenarnya ada penjelasan mengapa perempuan cerewet. Mau tahu?

Seorang ilmuwan dari MTE studios, Dubai menjelaskan bahwa ada 28 perbedaan struktural di dalam otak perempuan dan laki-laki. Perbedaan itu tidak hanya membedakan jenis kelamin, tetapi juga berpengaruh terhadap kisah hidup laki-laki dan perempuan.

Menurut penelitian tersebut, seperti yang detikhot kutip dari Health24, Jumat (3/3/2009),  ada perbedaan signifikan dalam gaya bicara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki memakai sekitar 2.000 sampai 4.000 kata, 1.000 sampai 2.000 suara dan 2.000 sampai 3.000 bahasa tubuh, Jika dijumlahkan, maka ada sekitar 9.000 kata, suara dan bahasa tubuh yang digunakan. Baca lebih lanjut

Plasma Darah, Penjelasan Singkat

Darah terdiri dari sel darah terdiri dari sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit), yang tersuspensi dalam plasma. Plasma merupakan komponen cairan dari darah yang mengandung fibrinogen terlarut. Setelah aktivasi oleh enzim plasmin, terbentuklah gumpalan fibrin. Sesudah gumpalan ini disingkirkan, sisa yang tertinggal disebut serum. Plasma terdiri untuk sebagian besar dari air dengan terlarut dalam zat-zat elektrolit dan beberapa protein, yakni globulin (alfa-, beta-, gamma-), albumin dan faktor pembekuan darah.

Plasma darah merupakan bagian cair darah. Cairan ini didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi. Plasma terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid, dan asam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. Dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan. Plasma darah berbeda dengan serum darah terutama pada serum tidak terdapat faktor pembentukan fibrinogen. Baca lebih lanjut

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih, dimana terjadi peradangan pada saluran kemih yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang paling sering sebagai penyebab dari infeksi saluran kemih adalah bakteri. Dari bakteri yang ada yang paling sering sebagai penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri E.Coli. Bakteri ini terdapat secara alamiah pada saluran cerna (anus). Infeksi saluran kemih adalah keadaan yang ditandai dengan adanya bakteri dalam urin dan pada pemeriksaan biakan didapatkan jumlah bakteri 105 per milliliter yang dapat disertai dengan gejala-gejala (simtomatik) atau tidak (asimtomatik).

Infeksi saluran kemih ini sering dijumpai pada wanita dan merupakan infeksi kedua sesudah infeksi saluran pernafasan. Infeksi ini juga lebih sering dijumpai pada wanita dari pada laki-laki, pada wanita dapat terjadi pada semua umur, sedangkan pada laki-laki di bawah umur 50 tahun jarang terjadi. Pada umumnya infeksi saluran kemih pada wanita terbatas pada saluran kemih bagian bawah yaitu uretra dan kandung kemih, akan tetapi dapat pula menyebar ke saluran kemih bagian atas sampai ke ginjal. Sebaliknya infeksi yang terjadi pada saluran kemih bagian atas hampir selalu disertai dengan infeksi saluran kemih bagian bawah (Junizaf, 1994).

Jenis-Jenis ISK:

· Sistitis adalah istilah untuk Infeksi Kandung Kemih yang sering dialami kaum wanita .Gejalanya seperti sering ingin buang air kecil dan terasa nyeri seperti terbakar , bahkan sering terdapat darah pada saat buang air kecil.

· Uretritis adalah infeksi pada saluran kemih yang sering terjadi pada  pria yang sering melakukan aktifitas seksual tanpa memperhatikan kesehatan.

· Pyelonefritis adalah infeksi pada pyelum ginjal yang sangat berbahaya sehingga dapat terjadi  gagal ginjal sehingga perlu cuci darah dengan alat yangdisebut hemodialisa.

Hipersensitifitas

Imunitas spesifik merupakan mekanisme yang ampuh untuk menyingkirkan patogen dan antigen asing. Mekanisme efektor sistem imun seperti komplemen, fagosit, sitokin, dan lain-lain tidak spesifik untuk antigen asing. Karena itu respon imun dan reaksi inflamasi yang menyertai respon imun kadang-kadang disertai kerusakan jaringan tubuh sendiri baik lokal maupun sistemik. Pada umunya efek samping demikian dapat dikendalikan dan membatasi diri (self-limited) dan berhenti sendiri dengan hilangnya antigen asing. Di samping itu, dalam keadaan normal ada toleransi terhadap antigen self sehingga tidak terjadi respon imun terhadap jaringan tubuh sendiri. Namun adakalanya reaksi atau respon imun itu berlebihan atau tidak terkontrol dan reaksi demikian disebut reaksi hipersensitivitas (Kresno, 2001).

Reaksi hipersentivitas dapat terjadi bila jumlah antigen yang masuk realtif banyak atau bila status imunologi seseorang, baik selular maupun humoral meningkat. Reaksi itu tidak pernah timbul pada pemaparan pertama dan merupakan ciri khas individu bersangkutan. Reaksi hipersensitivitas menimbulkan manifestasi klinik dan patologik yang sangat heterogen dan heterogenitas itu ditentukan oleh:

  1. jenis respon imun yang mengakibatkan kerusakan jaringan, dan
  2. sifat dan lokasi antigen yang menginduksi atau yang merupakan sasaran dari respon imun tersebut.

Berdasarkan mekanisme reaksi imunologi yang terjadi, secara umum reaksi hipersentivitas dibagi menjadi 4 golongan yaitu: reaksi hipersentivitas I, II, III dan IV. Klasifikasi itu didasarkan pada mekanisme patologik utama yang bertanggung jawab atas kerusakan sel atau jaringan. Reaksi tipe I, II, dan III terjadi karena interaksi antara antigen dengan antibodi sehingga termasuk reaksi humoral, sedangkan reaksi tipe IV terjadi karena interaksi antara antigen dengan reseptor yang terdapat pada permukaan limfosit T dan mengaktifkan limfosit T sehingga termasuk reaksi seluler (Kresno, 2001).